Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Kalimantan Barat di buka oleh Wakil Bupati Bengkayang, Drs. H. Syamsul Rizal dihadiri oleh Perwakilan Dinas LHK Provinsi Kalbar, Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Dinas PU Bengkayang, Dinas PUPR Sambas, Dinkes Sambas, Polres Bengkayang, Kodim Bengkayang, Camat Subah, Camat Sejangkung, Kades Semanga serta tamu undangan lainnya
Ketua DPRD Kabupaten Sambas mengungkapkan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari konsultasi yang dilakukan DPRD kabupaten Sambas ke Dinas LPH Provinsi Kalbar beberapa waktu yang lalu,
Hadirnya DPRD Sambas ucap ketua merupakan bagian dari kepedulian DPRD untuk mencari solusi terbaik atas permasalahan air sungai sambas yang tercemar
“Alhamdulillah, kita bisa hadir di kantor bupati Bengkayang ini untuk silaturahmi dan koordinasi terkait percepatan penanggulangan permasalahan pencemaran air sungai sambas” ucap ketua
Ketua juga mengungkapkan salah satu langkah yang dapat kita dorong yakni percepatan proses ijin Pertambangan Rakyat (IPR) Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ke kementerian ESDM RI
Sinergi serta kolaborasi beberapa daerah akan dapat mempercepat proses perijinan diterima oleh kementerian ESDM, Ia juga menyampaikan apabila ijin ini sudah diterbitkan permasalahan lingkungan akan semakin menurun.
“Sinergi dan kolaborasi daerah akan dapat mempercepat IPR dan WPR dari Mentri ESDM, Apabila ijin ini sudah terbit, kita yakin permasalahan lingkungan akan menurun” tambah ketua
Ketua juga menyampaikan terkait permasalahan kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten akan melakukan pengecekan serta pengobatan didaerah terdampak,
Dalam hal kebutuhan air bersih Masyarakat, Ia mendong untuk persipasi perusahaan dilokasi terdampak serta pembuatan sumur bor di lokasi yang rawan pencemaran air sungai
“Pastisipasi berbagai pihak termasuk perusahaan juga akan sangat membantu dalam menangani permasalahan ini, kolaborasi dan sinergi penting kita lakukan bersama untuk kepentingan masyarakat, dan kita berharap kedepan untjk daerah yang rawan pencemaran air sungai untuk bisa dibangun sumur bor untuk alternatif ketersediaan air bersih masyarakat” ucap Ketua
